Selamat Datang di Official Blog Remas Rasyadaa SMAN 1 Manyar
Salah satu Organisasi keagamaan yang berdiri di SMAN 1 Manyar. Berpusat di Masjid Rasyadaa SMAN 1 Manyar.
Diklat 2014/2015
Diklat, sebagai sarana pelatihan kepribadian dan keorganisasian.
Harlah ke-6 Remas Rasyadaa SMAN 1 Manyar
Pemotongan tumpeng oleh Bapak pembina dalam acara Harlah Remas Rasyadaa yang ke-6.
Grup Al-Banjari Remas Rasyadaa
Salah satu kegiatan Ekstrakulikuler yang dibawahi oleh Remas Rasyadaa.
Tadarrus Al-Quran
Salah satu kegiatan harian Remas Rasyadaa.
Saturday, February 18, 2017
Wednesday, February 15, 2017
MICRONEMA 2017, Islamic Competition of Remas Rasyadaa Smanema
Tanggal : 23 April 2017
Tempat : SMA Negeri 1 Manyar
- Tanggal Pendaftaran : 1 Maret – 16 April 2017
- Tempat : Gazebo Smanema (Jl. Kayu Raya Perum Pongangan Indah, Gresik)
- Biaya Pendaftaran : Rp 120.000 / Tim
- Technical Meeting : 16 April 2017
- Tempat : SMA Negeri 1 Manyar
- Waktu : 06.30 – Selesai
- Cara Pendaftaran :
- Offline : GAZEBO SMA Negeri 1 Manyar
- Online : rasyadaa.blogspot.com
- Juara 1 : Rp. 1.750.000 (Trophy + Sertifikat peserta&pelatih)
- Juara 2: Rp. 1.250.000 (Trophy + Sertifikat peserta&pelatih)
- Juara 3: Rp. 750.000 (Trophy + Sertifikat peserta&pelatih)
- Juara Harapan 1: Rp. 500.000 (Trophy +Sertifikat peserta&pelatih)
- Juara Harapan 2: Rp. 200.000 (Trophy+ Sertifikat peserta&pelatih)
- Achzani : 081357168803
- Line ID : achzanidwi
- Ayyin : 083832192379
- Line ID : khayyinahvrdb
- Instagram : micronema2k17
- Instagram : remas_rasyadaa
- Email : arrasyadaa@gmail.com
- Web : rasyadaa.blogspot.com
Monday, September 26, 2016
Kriteria Manusia Beruntung Menurut Al-Quran
Friday, April 1, 2016
Monday, October 26, 2015
Ternyata Begini Bahayanya Tergilas Waktu Subuh
Allah Subhanahu wa ta’ala bersumpah dalam Surat Al Fajr, “Demi fajar (waktu Subuh).” Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan, “Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh.”
Ada apa sebenarnya di balik waktu subuh? Mengapa Allah sampai bersumpah demi waktu subuh? Dan mengapa pula kita harus berlindung kepada yang menguasai waktu subuh? Apakah waktu subuh sangat berbahaya?
Ya, ternyata waktu subuh memang benar-benar sangat berbahaya. Waktu subuh itu lebih kejam dari sekawanan perampok yang merampas harta benda kita. Sebab jika kita ‘tergilas waktu subuh,’ sehingga melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan harta. Kita bahkan akan kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat, “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya,” (HR. Muslim).
Selain itu, waktu subuh bisa lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan. Sebab bagi orang-orang yang ‘tergilas waktu subuh,’ sehingga mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid, maka pada hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja dari pahala shalatnya.
“… dan barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk,” (HR. Muslim).
Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Kurang lebih setara dengan shalat selama sepuluh jam, atau sekitar 150 kali shalat. Begitu besar fadilah shalat subuh berjamaah di masjid, khususnya bagi laki-laki. Dan betapa malangnya orang yang ‘tergilas waktu subuh’, sehingga mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.
Kemudian, waktu Subuh juga lebih berbahaya dan mengerikan dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian?
“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak,” (HR. Bukhari Muslim).
Orang yang ‘tergilas waktu subuh’ sehingga tidak mendatangi masjid untuk shalat berjamaah, dirinya disetarakan dengan orang munafik. Dan orang munafik sesungguhnya adalah orang yang dalam keadaan terancam bahaya. Sebab, ancaman bagi orang munafik adalah neraka Jahanam. “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam,” (QS. An Nisa:140).
Tentunya Neraka Jahanam itu jauh lebih berbahaya dan mengerikan dibandingkan kobaran api yang disiram bensin.
Jamaah yang dimuliakan Allah, agar kita tidak merasakan kejamnya ‘gilasan waktu subuh’, maka, “Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh,” (QS. Al Falaq: 1). Yaitu dengan memanfaatkan waktu subuh dengan sebaik-baiknya. Marilah kita biasakan mengerjakan shalat sunnah (shalat fajar) dan bagi laki-laki hendaknya shalat berjamaah di masjid.
Demikianlah sedikit yang dapat disampaikan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu subuh sebaik-baiknya. Dan semoga kita tidak termasuk orang yang tergilas waktu subuh.
Billahitaufik walhidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Sunday, August 30, 2015
( AMALAN ) KISAH KEAJAIBAN ISTIGHFAR BIKIN TERKABUL SEMUA DOA.
Keajaiban istighfar. Menjadi sebab dikabulkannya segala permohonan & keinginan. Membenarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Siapa yang kontinyu beristighfar maka Allah jadikan baginya jalan keluar dari setiap kesulitannya, kesudahan dari setiap kesedihannya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah) Semoga bisa menginspirasi kita semua untuk menjadi al-mustghfirin dalam keseharian kita.
Suatu malam, Imam Ahmad pernah berkeinginan menghabiskan malamnya di sebuah masjid. Tetapi penjaga masjid melarangnya. Imam Ahmad berusaha agar diizinkan, namun tak juga membuahkan hasil. Maka imam Ahmad berkata kepadanya, “Aku akan tidur di sini.” Benar, Imam Ahmad tidur di tempatnya tersebut. Tiba-tiba penjaga masjid berdiri dan mengeluarkannya dari area masjid.
Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang syaikh yang berwibawa. Kharismanya nampak bagi siapa saja yang melihatnya. Maka saat seorang tukang roti melihat beliau dengan kharismanya, ia mengajaknya menginap di rumahnya. Pergilah Imam Ahmad bersama tukang roti tersebut. Ia sangat memuliakan sang imam. Setelah menjamunya, si tukang roti pergi menggarap adonan untuk dibuat roti.
Sepanjang menyelesaikan pekerjaannya, laki-laki tadi senantiasa beristighfar. Imam Ahmad dibuat takjub dengan pemandangan ini. Saat pagi tiba beliau menanyakan perihal istighfarnya semalam. Si tukang roti menjawab bahwa dirinya senantiasa membaca istighfar.
Kemudian Imam Ahmad bertanya: Apakah kamu mendapatkan buah dari istighfarmu?
Dia menjawab: Ya, demi Allah, tidaklah aku berdoa (meminta) sesuatu kecuali pasti dikabulkan, kecuali satu doa!
Imam Ahmad bertanya: doa apa itu?
Dia menjawab: melihat Al-Imam Ahmad bin Hanbal.
Imam Ahmad berkata: Saya adalah Imam Ahmad bin Hanbal, Demi Allah, sungguh aku benar-benar telah diseret kepadamu.
Subhanallah, ini adalah bukti nyata keajaiban istighfar. Ia menjadi sebab dikabulkannya doa dan permintaan kepada Allah. Istighfar juga menjadi sebab dihindarkannya bala’, dilapangkan dada, diluaskan rizki, dan dihindarkan dari berbagai bencana.
Istighfar menghapuskan dosa-dosa, menghapuskan kesalahan-kesalahan, dan meninggikan derajat. sungguh besar pahala dan keutamaan yang akan diperoleh orang yang melazimi istghfar.
Di antara bentuk bacaan istighfar: Astaghfirullah, Astaghfirullah wa Atubu Ilahi, Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi, yang memiliki fadhilah besar menghapus dosa-dosa dan selainnya seperti istighfar terhebat yaitu Sayyidul Istighfar seperti digambar.
Tentunya memenuhi syarat Istighfar yaitu menyesali dosa, dilakukan dengan ikhlas mengharap ampunan-Nya dan menyertakan hati dengan penuh kesungguhan. Dan yang lebih utama disertai deraian air mata dalam kesendirian seperti Para Nabi, dan shalihin pengikutnya itulah contoh pengamalannya, jadi istighfar bukan bacaan kosong yang diperbanyak namun tidak ada upaya serta keinginan memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah lainnya.
Tuesday, June 2, 2015
INILAH RAHASIA KEAJAIBAN DIBALIK WAKTU SHOLAT 5 WAKTU
Akhi wa ukhti dibalik wajibnya melaksanakan Sholat Fardhu, ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu terkandung banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia dibalik peralihan/perpindahan waktu sholat.
Setiap perpindahan/peralihan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu,percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature) dimana kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.
WAKTU SUBUH
Pada waktu subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.
WAKTU DHUHUR
Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.
WAKTU ASHAR
Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.
WAKTU MAGHRIB
Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga(powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita.
WAKTU ISYA'
Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.
Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary (hipofisis), thalamus(struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam(tahajud).
Demikianlah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.
Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat.
Semoga informasi ini dapat menambah semangat kita untuk melaksanakan sholat tepat pada waktunya.
Sunday, May 31, 2015
Bukti Matahari akan Terbit dari Barat
Ini Buktinya Matahari akan Terbit dari Barat,"Bukti Kebenaran Islam"
Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan untuk penemuan ilmu dan pengetahuan. Kenyataan teranyar yang mengagetkan, posisi kutub bumi mulai berubah, tandanya matahari bakal terbit dari barat.
Seribu empat ratus (1. 400) th. waktu lalu, Rasulullah SAW telah menyebutkan dalam haditsnya, nantinya matahari bakal terbit dari barat juga sebagai bukti keagungan Allah SWT serta tanda-tanda kiamat telah makin dekat :
“Tidak bakal berlangsung kiamat hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, jika ia sudah terbit dari barat serta seluruhnya manusia lihat hal semacam itu jadi seluruhnya mereka bakal beriman, serta tersebut saat yang tak ada gunanya iman seorang yang belum pernah beriman saat sebelum itu. ” (Kisah Bukhari serta Muslim dari Abu Hurairah. Serta kisah Ahmad, Abu Dawud serta Ibn Majah).
Matahari terbit dari Barat bakal berlangsung sepanjang sehari saja, lalu tertutuplah pintu taubat.
Kemudian, gerakan matahari juga bakal kembali seperti pada awal mulanya terbit dari timur hingga terjadinya kiamat.
Ini sesuai sama serta dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya di bawah. Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata :
“Maka bagaimanakah jadinya matahari serta manusia kemudian? ” Rasulullah menjawab : “Matahari bakal terus menyinarkan cahayanya serta bakal terbit seperti terbit pada awal mulanya, serta beberapa orang bakal hadapi (tugas-tugas) dunia mereka, jika kuda seseorang laki-laki melahirkan anaknya, jadi ia tak akan menunggang kuda itu hingga terjadinya kiamat. ” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).
Dibuktikan Ilmuwan Fisika serta Masuk Islam
Ilmuwan Fisika Ukraina, Demitri Bolykov, masuk Islam sesudah menunjukkan kebenaran Al-qur’an bahwa putaran poros Bumi dapat berbalik arah.
Demitri Bolykov, sorang pakar fisika yang sangatlah menggandrungi kajian dan riset-riset ilmiah, menyampaikan bahwa pintu masuk ke Islamannya yaitu fisika.
Sungguh satu yang sangatlah ilmiah, bagaimana fisika dapat mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri menyampaikan, ia tergabung dalam suatu riset ilmiah yang di pimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, seseorang ahli dalam bagian fisika.
Mereka tengah dalam riset pada suatu sempel yang diuji di laboratorium untuk pelajari suatu teori modern yang menuturkan perihal rotasi bumi serta porosnya.
Mereka sukses mengambil keputusan teori itu. Walau demikian Dimetri tahu sebenarnya diriwayatkan dalam suatu hadis dari nabi saw yang di ketahui umat Islam, bahkan juga termasuk juga inti akidah mereka yang memperkuat kewajiban teori itu ada, sesuai sama hasil yang diraihnya.
Demitri terasa meyakini bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya kian lebih 1. 400 th. waktu lalu juga sebagai sumber hanya satu yang mungkin saja hanya pencipta alam semesta ini.
Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov adalah teori yang terbaru serta paling berani dalam menfsirakan fenomena rotasi bumi pada porosnya.
Grup peneliti ini membuat suatu sempel berbentuk bola yang di isi penuh dengan papan tidak tebal dari logam yang dilelehkan, diletakkan pada tubuh bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang sama-sama berlawanan arus.
Saat arus listrik jalan pada dua elektroda itu jadi menyebabkan style magnet serta bola yang dipenuhi papan tidak tebal dari logam itu mulai berputar pada porosnya fenomena ini diberi nama “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya jadi kesibukan rotasi bumi pada porosnya.
Pada tingkat kenyataan di alam ini, daya matahari adalah “kekuatan penggerak” yang dapat melahirkan ruang magnet yang dapat mendorong bumi untuk berputar pada porosnya.
Lalu gerak rotasi bumi ini dalam soal cepat atau lambatnya bersamaan dengan daya insensitas daya matahari. Atas basic ini juga posisi serta arah kutub utara tergantung.
Sudah diselenggarakan riset bahwa kutub magnet bumi sampai th. 1970 bergerak dengan kecepatan tak kian lebih 10 km dalam satu tahun, walau demikian pada tahun-tahun paling akhir ini kecepatan itu jadi tambah sampai 40 km dalam satu tahun.
Bahkan juga pada th. 2001 kutub magnet bumi berubah dari tempatnya sampai meraih jarak 200 km dalam sekali gerak.
Ini bermakna bumi dengan dampak daya magnet itu menyebabkan dua kutub magnet bertukaran tempat. Berarti bahwa “gerak” rotasi bumi bakal mengarah pada arah yang berlawanan.
Saat itu matahari bakal terbit (keluar) dari Barat!!! Ilmu dan pengetahuan serta info seperti ini tak dijumpai Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, walau demikian ia beroleh rangkuman itu dari hasil penelitian serta percobaan dan riset.
Saat ia meneliti kitab-kitab samawi lintas agama, ia tak memperoleh satupun panduan pada info itu terkecuali dari Islam.
Ia merasakan info itu dari suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, sebenarnya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat saat sebelum matahari terbit dari Barat, jadi Allah bakal terima Taubatnya. ” (dari kitab Islam wa Qishshah). (jalandakwah. com)
Thursday, May 28, 2015
TANDA-TANDA KEMATIAN
" TANDA-TANDA KEMATIAN "
Allah Subhanahu Wata'ala telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian..
Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya,
Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa..
Tanda 40 hari menjelang kematian : Selepas Ashar, jantung berdenyut - denyut.. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur..
Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari..
Tanda 7 hari menjlang ajal : Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan..
Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu..
Tanda 3 hari menjelang ajal : Terasa denyutan ditengah dahi, Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang
memandikan kita nanti..
Tanda 1 hari sebelum kematian : Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun,
menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya..
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat..
Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya..
Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng- kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup..
Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya..
SubhanAllah..
Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang- orang yang terpilih.. Dan semoga
kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada..
Dan semoga akhir hidup kita semua Husnul Khatimah,
Aamiin..
Wednesday, April 15, 2015
Mengucapkan Alhamdulillah Ternyata Baik Untuk Kesehatan
Dalam Alquran dan Hadits juga ada banyak dalil yang menganjurkan kita untuk selalu bersabar dan berpikiran positif terhadap segala sesuatu. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata sabar dan memiliki pikiran positif itu mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan?
15 HIKMAH DIKALA SAKIT
Thursday, February 26, 2015
Rahasia Senyum Muhammad SAW
Tuesday, January 6, 2015
9 Mimpi Nabi Muhammad SAW
Dari Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:
“Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan……..”
1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerikan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA ORANG TUANYA
2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan berkat WUDHUNYA YANG SEMPURNA.
3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.
4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SHOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.
5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.
6. Aku melihat umatku mencoba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.
7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gulita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.
8. Aku melihat umatku coba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.
BERSABDA RASULULLAH SAW: “SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU
YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT”
Monday, September 2, 2013
Mengenal Sosok Abdul Qodir Jailani
![]() |
| Abdul Qodir Jailani |
Sebagai contoh, dalam karya Dr. Sa’id bin Musfir Al-Qahthani, As-Syeikh Abdul Al-Jailani wa Arauhu Al-I’tiqadiyah wa Ash-Shufiyah, diceritakan bahwa guru penulis (Al-Qahthani) pernah masuk ke kota Baghdad, Iraq. Ia masuk sekolah Al-Qadariyah. Di dinding qubahnya ditulis sebagian bait-bait syair dengan bahasa Persi. Adapun terjemahannya adalah:
Syeikh Abdul Qadir Jailani
Matahari, bulan,
Arsy, Kursi dan Pena
Berada di bawah Syeikh Abdul Qadir Jailani
Dipuji Ibnu Taimiyah
Ia adalah Abdul Qadir bin Abu Shalih Musa Janki Dausat bin Abu Abdullah bin Yahya Az-Zahid bin muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah bin Musa Al-Jun bin Abdullah Al-Mahadh. Adapun nama “Jailani” yang disematkan di akhir namanya karena ia berasal dari negeri Jailan, yaitu negeri yang terpencil di belakang Thabrastan, yang dikenal dengan Kail atau Kailan.
Blahir pada tahun 471 Hijriah, di mana pada zaman tersebut juga lahir ulama-ulama besar seperti Imam Al-Jauzi, Syeikh Abdullah bin Ahmad bin Qadamah, Syeikh Abu Umar bin Shalah, Syeikh Al-Mundziri, dan Syeikh Abu Samah. Maka tidak mengherankan jika Abdul Qadir Jailani kecil tumeliau buh menjadi ulama besar di zamannya dan memiliki pengaruh yang luas.
Bukti bahwa ia ulama besar adalah banyaknya ulama yang memberikan pujian kepadanya, kitab-kitabnya yang masih dipelajari sampai sekarang, serta banyaknya murid-muridnya yang menjadi ulama.
Sebagai contoh, di antara ulama yang memberikan pujian kepadanya adalah Ibnu Taimiyah.
Dalam Fatawa Ibnu Taimiyah, beliau berkata, “Syeikh Abdul Qadir Jailani dan semisalnya merupakan Syeikh terbesar di masa mereka dalam hal berpegang kepada syariat, menyuruh kepada yang baik, mencegah dari yang mungkar, mendahulukannya daripada rasa dan takdir, serta termasuk Syeikh terbesar untuk meninggalkan dorongan hawa nafsu”.
Akidah Ahlus Sunnah
Sebagaimana diterangkan di atas, bahwa tidak sedikit orang yang mengkultuskannya hingga nyaris mensejajarkan bahkan lebih tinggi dari nabi. Maka dari itu, penting kiranya kita mengenal manhajnya dalam menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, khusunya masalah akidah.
Dari buku-buku yang dikarangnya, dapat diketahui bahwa ketika Syeikh Abdul Qadir Jailani berbicara tentang akidah, maka dia tidak pernah keluar dari madlul (apa yang ditunjukkan) oleh Al-Quran dan hadits nabi. Hal ini ditunjukkan oleh perkatannya ketika menetapkan nama-nama dan sifat Allah Subhanahu Wata’ala. “Kami tidak keluar dari Al-Kitab dan As-Sunnah, kami baca ayat dan hadits, dan kami beriman kepada keduanya. Kami serahkan kepada Allah tentang bagaimana sifat itu kepada ilmu Allah”. Ia juga berkata, “Kami berlindung kepada Allah Subhanahu Wata’ala dari mengatakan tentang-Nya dan tentang sifat-sifat-Nya dengan perkataan yang tidak diberitakan Allah Subhanahu Wata’ala atau Rasul-Nya kepada kita” (Al-Ghinyah Lithalib al-haq Azza wa Jalla, hal. 56). Dari sini dapat kita pahami bahwa metode yang ditempuhnya adalah metode yang ditempuh adalah manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Pun, ketika menjelaskan tentang keimanan, tauhid, kenabian, hari akhir, dan bid’ah misalnya; ia tidak berbeda dengan akidah Ahlus Sunnah wal jama’ah.
Dalam hal keimanan, misalnya, Syeikh Abdul Qadir Jailani sepakat dengan ahussunnah wal jama’ah yang memberi makna iman sebagai perkataan dan perbuatan, yaitu perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan hati dan anggota badan. Ia berkata, “Kami yakin bahwa iman adalah pernyataan dengan lisan, pengetahuan dengan hati dan perbuatan dengan anggota badan” (Al-Ghinyah, I, 62). Begitu pula dengan hal-hal lain seperti berkurang dan bertambahnya iman, Islam dan iman itu berbeda, serta tidak kafirnya orang yang melakukan dosa besar, melainkan fasik.
Terkait yang disebut terakhir, Syeikh Abdul Qadir Jailani berkata,”Kami yakin bahwa orang yang oleh Allah Subhanahu Wata’ala dimasukkan ke dalam neraka karena dosa besarnya, tidak abadi di dalamnya, tetapi dia akan dikeluarkan darinya karena baginya neraka hanya seperti penjara di dunia, yang dijalaninya berdasarkan dosa dan kesalahannya. Ia juga berkata, “Walaupun mempunyai banyak dosa, baik dosa besar ataupun kecil, ia tidak kafir karenanya” (Al-Ghinayah, I, 65). Tentu hal ini jauh berbeda dengan kelompok selain Ahlus Sunnah seperti Khawarij, Mu’tazilah, dan Murji’ah.
Maka tidak mengherankan jika Syeikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali menegaskan bahwa akidah Syeikh Abdul Qadir Jailani selaras dengan akidah Ahlus Sunnah dan penentang kelompok-kelompok yang menyimpang. Ia berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil, hal.136, “Aku telah mempelajari akidah Syeikh Abdul Qadir Al Jailani di dalam kitabnya, Al-Ghunyah. Ia menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan akidah-akidah lainnya di atas manhaj Salaf. Ia juga membantah kelompok-kelompok Syi'ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf."
Selain itu, sebagaimana ulamaahussunnah lainnya, Syeikh Abdul Qadir jailani adalah ulama yang sangat tegas dalam masalah tauhid dan mewanti-wanti para muridnya agar bertauhid dan tidak berbuat syirik. Ia berkata, “Bertauhidlah dan janganlah berbuat syirik” (Futuh Al-Ghaib, hal. 10). Ia juga berkata, “Berbuat ikhlaslah, janganlah kalian berbuat syirik, esakanlah Allah subhaanahu wata’alaa, dan janganlah menyelinap dari pintu-Nya. Mintalah kepada-Nya dan jangan meminta kepada selain-Nya. Mintalah pertolongan kepada-Nya dan jangan meminta kepada selain-Nya. Bertawakkallah kepada-Nya dan janganlah bertawakkal kepada selain-Nya”. (Al-Fath Ar-Rabbani). Ketika menyikapi kasus Al-Hallaj pun, dia sangat tegas. Ia berkata, “Barangsiapa yang berkeyakinan seperti keyakinan Al-Hallaj dengan perkataan-perkataan yang karenanya Al-Hallaj dibunuh (dieksekusi), maka dia adalah kafir murtad menurut kesepakatan kaum Muslimin. Orang-orang Islam mengeksekusinya karena dia berkeyakinan tentang hulul, wihdatul wujud, perkataan-perkatan yang zindik dan keyakinan-keyakinan yang kafir lainnya”.
Tentang Karamahnya
Syeikh Abdul Qadir Jailani dikenal memiliki banyak keutamaan dan karamah. Hal itu bisa diketahui dari kitab-kitab yang membahas profilnya. Beberapa ulama seperti Imam Adz-Dzahabi, Ibnu Rajab, Ibnu Ma’ad, dan lain-lain mengakui hal itu. Imam Adz-Dzahabi, misalnya, berkata dalam Siyar A’laam An-Nubala’, “Ia (Abdul Qadir Jailani) memiliki banyak karamah yang jelas”. Ibnu Rajab juga berkata, Ia adalah guru di masanya, teladan orang-orang yang ma’rifat, pemimpin para Syeikh, pemilik maqam dam karamah” (Ibnu Rajab, Zail Thabaqaat Al-Hanabilah, I, 290).
Akan tetapi, tidak sedikit orang-orang yang menceritakan kejadian aneh yang dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir Jailani, padahal ditolak syariat dan diingkari akal. Orang yang paling banyak mengumpulkan kejadian-kejadian aneh yang dialami Syeikh Abdul Qadir Jailani adalah Ali bin Yusuf Asy-Syathnufi dalam bukunya Bahjatu Al-Asraar wa Ma’dinu Al-Anwar fi Ba’di Manaqib Al-Quthb Ar-Rabbani Abdul Qadir jailani.
Para ulama telah mengingkari tulisan Asy-Syathnufi ini. Salah satunya adalah Ibnu Rajab. Ia berkata, “Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan yang dia dengar. Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk berpegang dengannya, sehingga aku tidak meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah masyhur dan terkenal dari selain kitab ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal. Di dalamnya juga terdapat perkataan aneh, perilaku aneh, anggapan sesat dan perkataan batil yang tidak pantas untuk dinisbatkan kepada seseorang sekaliber Syeikh Abdul Jailani Rahimahullah.” (Ibnu Rajab, Zail Thabaqaat Al-Hanabilah, I, 290).
Untuk menguatkan pembahasan ini, penting kiranya kita memperhatikan salah satu cerita di kitab Asy-Syathfuni tersebut. Diceritakan, Syeikh Abdul Qadir Jailani berkumpul dengan para guru sufi. Tiba-tiba ia berkata, “Telapak kakiku ini berada di atas leher setiap waliyullah”. Lalu berdirilah Syeikh Ali Al-Haitsi naik di atas kursi. Tiba-tiba telapak kaki Syeikh Abdul Qadir Jailani naik dan diletakkan di atas lehernya. Orang-orang yang hadir pun semuanya menjulurkan leher mereka.
Ungkapan Syeikh Abdul Qadir Jailani di atas bermakna ia meninggikan diri-sendiri, serta merendahkan dan menginakan orang lain. Padahal, ia dikenal tawadhu’ dan tidak sombong. Hal ini dikuatkan oleh perkataannya ketika ditanya, “darimana dia”, ia menjawab, “Seorang ahli fikih dari Jailan”. Dan di antara ajaran Syeikh Jailani adalah perkatannya, “Jangan meminta kemuliaan dan kebesaran untuk diri-sendiri”, seraya menyebut firman Allah, “Negeri akhirat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa,” (Al-Qashas: 83)
Jadi, Syeikh Abdul Qadir Jailani memang memiliki banyak keutamaan dan karamah. Hanya saja, para murid dan pengikutnya banyak yang melebih-lebihkan dengan cara meriwayatkan cerita-cerita tentangnya. Kedudukannya sama dengan ulama lainnya yang juga memiliki keutamaan dan karamah dari Allah, tidak lebih.
Seimbang dalam Menilai
Ketika menilai sosok Syeikh Abdul Qadir Jailani, terutama mengenai karamah yang dinisbatkan kepadanya, terdapat 3 kelompok.
Kelompok pertama, mereka yang mencela Syeikh Abdul Qadir Jailani dan menyifatinya dengan Dajjal. Mungkin yang menyebabkan mereka bersikap demikian karena adanya karamah dusta dan riwayat yang tidak benar yang dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir Jailani. Di antara mereka adalah Ali bin Muhammad Al-Qirmani.
Kelompok kedua, mereka yang fanatik kepada Syeikh Abdul Qadir Jailani dan menerima segala sesuatu yang diceritakan tentangnya atau yang dinisbatkan kepadanya, walaupun ditolak syariat dan diingkari akal. Di antara mereka adalah Ali bin Yusuf Asy-Syathnufi
Kelompok ketiga, mereka yang mengambil sikap tengah-tengah, di satu sisi menerima karamah Syeikh Abdul Qadir Jailani yang benar dan dinukil dengan penukilan yang kuat, yang tidak bertentangan dengan syariat, dan sisi lain juga menolak yang tidak memenuhi kriteria itu. Di antara mereka adalah Imam Adz-Dzahabi .
Sikap terbaik dalam hal ini adalah sikap kelompok ketiga. Mereka seimbang dalam menilai Syeikh Abdul Qadir Jailani. Tidak ekstrim kanan, dan tidak ekstrim kiri. Sikap tawazzun (seimbang) seperti ini adalah sikap yang dimiliki oleh Ahlus Sunnah wal jama’ah ketika menilai sesuatu. Wallahua’lam bis shawab.*[hidayatullah.com]
Mengenal Sejarah Hidup Imam Al Ghazali
- Arba’in Fi Ushuliddin. Merupakan juz kedua dari kitab beliauJawahirul Qur’an.
- Qawa’idul Aqa’id, yang beliau satukan dengan Ihya’ Ulumuddinpada jilid pertama.
- Al Iqtishad Fil I’tiqad.
- Tahafut Al Falasifah. Berisi bantahan beliau terhadap pendapat dan pemikiran para filosof dengan menggunakan kaidah mazhab Asy’ariyah.
- Faishal At Tafriqah Bainal Islam Wa Zanadiqah.



















